Ini
hipotesis ya:)
Ada
tipe-tipe orang berdasarkan kemampuannya menyaring informasi yang diterima dan
kemudahan mereka untuk diajak berdiskusi:
1. Tipe filter
plong;
2. Tipe filter
tersumbat;
3. Tipe filter
berkualitas menjernihkan.
Saat menulis filter ini, saya membayangkan filter
aquarium dan pengaruhnya pada kualitas air di dalam aquarium. Ikan yang hidup
dalam aquarium, bernafas di dalam air yang berputar-putar kembali. Mereka tidak
merasakan air mengalir yang terus-menerus berganti seperti ikan yang hidup di
sungai. Nah, filter air memainkan peran penting yang pada akhirnya menentukan
apakah ikan akan bertahan hidup atau akan segera mati.
Air dalam aquarium, disedot oleh pompa air, dibawa
melalui filter air dan dikembalikan ke aquarium, sehingga sebenarnya air yg
dimasukan ke dalam aquarium adalah air yang tadinya memang sudah ada dalam
aquarium tersebut.
Air yang ada dalam aquarium tentu tidak selalu
jernih. Kalau selalu jernih tidak memerlukan filter dan sirkulasi air dong:) Banyak
faktor yang mempengaruhi kualitas airnya. Bisa karena karena kotoran ikan, bisa
juga karena sisa makanan ikan dan bisa juga karena lumut atau tumbuhan lain yang
tumbuh pada ornamen-ornamen yang digunakan untuk memperindah aquarium. Kotoran ini
menentukan kualitas air, kadar oksigen dalam air dan keasaman air serta
kandungan racun dalam air dan sebagainya yang akan menentukan ikan akan
bertahan hidup atau tidak. Memang ada ikan yang mampu bertahan dengan kualitas
air yang tidak terlalu baik, tapi pada umumnya akan mati.
Informasi ibarat air ini. Kualitas informasinya akan
menentukan kualitas penerima informasinya. Kualitas penerima informasi bisa
dilihat dari filter informasi yang dimilikinya dan tentu saja juga menentukan
bisa atau tidak yang bersangkutan diajak berdiskusi untuk menambah pengetahuan atau pengatahuannya sudah cukup berhenti sampai disana saja.
Jika dianalogikan ke orang, tipe 1 filternya plong,
tidak memiliki kemampuan menyaring kotoran-kotoran yang di bawa air, sehingga
air yang masuk lagi ke dalam aquarium sama dengan air yang ada di dalam
aquarium. Jika air yg melewati filternya kotor, maka air yang dimasukannya ke
aquarium juga kotor. Demikian sebaliknya, jika air yang melewati filternya
jernih, air yang dimasukan kembali juga jernih. Tipe 1 ini menelan
mentah-mentah informasi yang diterimanya dan akan sedikit sulit diajak
berdiskusi karena ketidakmengertiannya. Mereka akan mudah terpesona dengan
hal-hal yang sulit dinalarnya sendiri. Kalau sudah terpesona, jangan ajak
diskusi lagi kecuali orang lain mampu membuatnya terpesona juga dengan
informasi baru yang berbeda. Kalau tidak, jangankan terpesona, malah bisa-bisa
si pemberi informasi baru akan di musuhi, hehehe.
Orang tipe 2, filternya tersumbat, air tidak dapat
melewatinya dengan baik, bahkan mungkin air akan mengalir ka arah yang lain.
akibatnya, bukan hanya air dalam aquarium akan bertambah kotor, bisa jadi
airnya malah berkurang banyak dan membahasi tempat yang lainnya. Tipe 2 ini
"membatu" yakni menolak informasi yang diberikan dan mempertahankan
kebenarannya sendiri serta tentu saja sulit diajak diskusi karena ketidakmauan
mengertinya. Kalau yang ini repot sekali. Apapun yang diinformasikan orang
lain, kalau tidak cocok dengan informasi yang dipunyainya, akan ditolak. Jadi agak
percuma mengajaknya diskusi. Kalau untuk ini biarlah waktu yang membuktikan
kebenaran informasi yang dipertahankannya:)
Orang tipe 3, filternya berkualitas menjernihkan
air. Filter ini dirancang sedemikian rupa, dengan pengetahuan tentang kualitas
air yang dibutuhkan kemudian menerima air, memprosesnya menjadi jernih kembali
baru selanjutnya mengembalikannya ke dalam aquarium. Tipe ini tidak menelan mentah-mentah
informasi, tidak juga menolaknya, melainkan mencernanya dengan baik dan tentu
saja mudah diajak berdiskusi. Yang ini terbuka menerima informasi apa saja,
karena dia punya perangkat pengatahuan untuk mengolahnya. Dan jika kita jadikan
tempat bertanya, dia akan mengembalikan informasi itu kepada kita dengan
saringan-saringan pengetahuan yang dimilikinya. Kualitasnya mencerahkan.
Saya kira-kira tipe yang mana ya? Gak berani berharap dulu ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar