Sekarang ini
seolah-olah Indonesia hanya Jakarta saja. Semua orang bicaranya tentang
Jakarta. Padahal diantara yang berbicara itu banyak yang bukan warga Jakarta
dan mungkin ada juga yang belum pernah ke Jakarta. Tapi wajarlah, secara ibu
kota negara gitu loh:)
Kalau dihitung-hitung, provinsi kan ada 34, kabupatennya ada
416 dan kota ada 98 di seluruh Indonesia. Banyak loh. Kalau ngak percaya, lihat
aja di https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kabupaten_dan_kota_di_Indonesia. Nah,
Pilkada Jakarta sukses membuat lini masa melupakan 33 provinsi, 416 kabupaten
dan 92 Kota di bagian Indonesia lainnya.
Sedihnya lagi, daerah-daerah yang sekarang juga ikut
Pilkada Serentak, mereka di lupakan di jagad medsos. Dibicarakan sedikit saja,
itupun kalau ada hubungannya dengan Jakarta atau ada keramaian sedikit
berbahaya di sana. Padahal, selain Jakarta ada 100 daerah lainnya yang juga
Pilkada, bahkan ada yang melawan “kotak kosong” dan mungkin akan kalah. Apa kurang
menarik bagi pengamat di medsos ya?
Uniknya
lagi, teman-teman yang daerahnya juga sedang Pilkada, malah aktif memproduksi dan
membagi informasi tentang Jakarta. Saya kadang bingung, apa mungkin TPS mereka di
Jakarta juga? Atau melalui TPS di daerahnya, kemudian suara mereka di transfer
ke Jakarta? Ada juga yang menyebarkan ajakan untuk datang ke TPS menjaga suara,
padahal daerahnya tidak sedang Pilkada. Yang paling lucu, malah ada berita
tentang orang yang menambahkan kandidat di Jakarta di kertas suaranya saat pencoblosan,
hehehehe.
Tapi
ya sudahlah, pilkada Jakarta memang mempesona. Apa yang terjadi di sana bukan
hal yang biasa terjadi pada masa-masa sebelumnya dan tentu saja menarik. Tapi janganlah
sampai kita lupa di mana kita tinggal. Mungkin masih ada lubang-lubang jalan di
depan rumah kita yang perlu juga diperhatikan. Mungkin banjir masih rajin juga
bertamu ke rumah kita karena sistem drainase daerah bermasalah. Mungkin masih
ada sekolah-sekolah reok di sekitar kita yang perlu diperbaiki tapi terlupakan.
Mungkin masih ada tetangga sakit tapi tidak mampu berobat karena masalah
administrasi kependudukan dan kemungkinan yang lain-lainnya juga.
Boleh
lah Jakarta di jadikan pertaruhan masa depan. Tapi kalau perhatian yang begitu
besar untuk Jakarta kita bagi juga untuk daerah-daerah lainnya, mungkin
kemajuan negara kita akan segera seperti negara-negara maju lainnya. Mungkin ya,
hehehe.
Ingat
Bro, Indonesia bukan hanya Jakarta.
Begitulah kira-kira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar